Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Mengelola Resiko Pada Asuransi Jiwa

 

Seperti kita tahu di dalam hidup manusia terdapat resiko yang tidak bisa kita hindari. Resiko yang mutlak melekat dalam hidup manusia ini yaitu usia tua, sakit, dan kematian. Setiap orang pasti mengalami ketiga hal tersebut cepat atau lambat.

Tetapi manusia sepanjang hidupnya secara sadar berusaha untuk mengatasi atau paling tidak meminimalkan resiko ini dalam hidupnya. Atau bisa juga disebut manusia berusaha mengelola resiko ini agar hidup mereka bisa lebih baik.

Dari uraian di atas kira-kira apakah Anda mengetahui ide dasar cara mengelola Resiko?

Cara mengelola resiko atau meminimalisir resiko bisa dilakukan dengan beberapa cara, yaitu :

1. Menghindari Resiko

Menghindari resiko dapat dilakukan dengan menghilangkan kebiasaan atau kegiatan yang mungkin dapat menimbulkan resiko.

Contoh : seorang pria yang khawatir dengan kanker paru-paru akibat kebiasaannya merokok, dapat menghindarinya dengan cara menghentikan kebiasaannya tersebut.

2. Mengendalikan Resiko

Metode Mengendalikan Resiko dapat dilakukan dengan cara mengurangi frekuensi dan dampak dari kerugian yang mungkin muncul.

Contoh : Seorang pengendara motor harus menggunakan helm dan merawat motornya secara berkala, untuk mengendalikan kerugian yang mungkin timbul. Dengan menggunakan helm maka pengendara motor ini berharap akan mengurangi resiko luka parah bila dia jatuh. Dengan merawat motornya secara berkala maka pengendara motor ini berharap bisa mengurangi resiko kecelakaan yang mungkin timbul karena motor yang tidak layak pakai.

3. Menerima Resiko

Menerima Resiko dilakukan dengan cara mempertahankan resiko yang ada.

Contoh : Seorang mandor di pabrik kimia mungkin tidak merasa perlu utuk membeli asuransi kesehatan atau jiwa karena berpikir dapat menanggung kerugian yang muncul apabila sebuah kecelakaan terjadi.

4. Mengalihkan Resiko

Mengalihkan Resiko dapat dilakukan dengan cara mentransfer atau mengalihkan resiko dari seorang individu ke sebuah perusahaan.

Contoh : Khawatir apabila ia kehilangan kemampuan untuk menghasilkan pendapatan karena meninggal dunia atau kecelakaan, seorang kepala keluarga mungkin akan mengasuransikan jiwanya (melakukan transfer resiko ke sebuah perusahaan asuransi jiwa) dengan tujuan menyelamatkan keluarganya dari penderitaan dan kemiskinan di kemudian hari.

Dari keempat cara mengelola resiko di atas, manakah diantaranya yang terbaik menurut Anda ?

Menurut saya, hampir setiap orang pasti sudah mengetahui cara mengelola resiko no. 1   s/d  no. 3. Tapi banyak orang yang masih ragu memutuskan atau bahkan belum tahu bagaimana mengelola resiko dengan cara mengalihkannya.

Asuransi Jiwa mencoba untuk mengurangi dampak kerugian aset akibat terjadinya resiko yang diderita oleh pemiliknya atau pihak-pihak yang menjadi tanggungan pemilik aset tersebut, dengan cara memberikan kompensasi kerugian. Kompensasi kerugian ini diberikan dalam bentuk sejumlah uang kepada ahli waris yang ditunjuk oleh Tertanggung.

Posting Komentar untuk "Cara Mengelola Resiko Pada Asuransi Jiwa"